SEJARAH
DESA DADAPBONG
Dadapbong merupakan
sebuah desa yang terletak di kecamatan Sendangsari, Pajangan, Bantul, DIY.
Ditinjau dari namanya, Dadapbong sendiri memiliki asal usul yang agak simpang
siur dan memiliki beberapa versi yang dipercaya oleh masyarakat di sana.
Menurut salah satu petinggi desa (sesepuh)
di Dadapbong yaitu Bpk. Baini. Nama Dadapbong diambil
dari nama pohon Dadap, karena pada dahulu kala, di desa ini masih berupa hutan
yang berisi pohon-pohon Dadap yang besar. Dadapbong sendiri merupakan salah
satu nama jenis pohon Dadap. Untuk saat ini pohon dadap hanya bisa di temui
hanya beberapa saja di desa Dadapbong. Pohon Dadapbong mulai perlahan sirna
dikarenakan banyak dimanfaatkan warga secara turun temurun, selain kayunya juga
daunnya yang konon dapat menyembuhkan penyakit seperti demam.
Masyarakat Dadapbong
sendiri merupakan masyarakat yang dulunya bermukim di wilayah barat seperti
Triwidadi dan Sedayu serta beberapa masyarakat dari daerah Selarong dan
Goasari. Konon salah satu nenek moyang masyarakat Dadapbong bernama Mbah
Moyoso, beliau salah satu orang pertama yang dahulu mendiami Dadapbong. Dan
sekarang beliau dimakamkan di makam desa, di mana makam tersebut merupakan
tempat yang memisahkan antara RT 1-2 dan RT 3-4.
Di desa Dadapbong juga
berkembang adat istiadat atau tradisi yang masih berjalan sampai sekarang
seperti Nyadran yang diadakan setiap
tahun, tepatnya setiap Ruah atau hari
menyambut datangnya bulan Ramadhan. Makam di desa dadapbong juga menjadi sebuah
tempat vital bagi desa ini, hal tersebut di sebabkan karena beberapa aktivitas
seperti nyadran dan beberapa acara keagamaan diadakan di makam tersebut. Pada
tahun 1958, makam di desa Dadapbong hanya ada 1 blok saja yaitu sekitar 5x10
meter saja, namun sekarang sudah berkembang menjadi 10 kali lipat. Areal
pemakaman sendiri pada tahun 2014 ini sedang diadakan renovasi agar lebih rapi
dan tertata secara simetris.
| Dukuh Dusun Dadapbong (bapak Munthoha) |
0 komentar:
Posting Komentar